Aku Putra Daerah kelahiran Karawang : Oleh M.RIZKI KADER HMI CAKABA/KETUA UMUM KELUARGA MAHASISWA PELAJAR KARAWANG BANDUNG RAYA ( KEMPAKA)
Kabupaten karawang memang banyak di
kisahkan perjuangan tentang kemerdekaan Indonesia. Salah satunya pembuatan
naskah proklamasi di rumah laksamana tadashi maeda yang menjadi gerbang awal
Indonesia untuk merdeka dengan dibacakannya teks proklamasi di Jakarta kala
itu. Kabupaten karawang lah yang menjadi saksi bisu perjuangan tokoh pemuda
yang menjadi pemeran tersusunnya naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia.
Pasca kemerdekaan berlangsung nama-nama
tokoh kemerdekaan dan perjuangan dikenang sebagai pahlawan Indonesia,
menjadikan nama jalan sebagai bentuk apresiasi terhadap para pahlawan Indonesia
agar generasi muda tidak kehilangan tokoh perjuangan bangsanya sendiri seperti
Jl. Jendral Ahmad Yani, Jl. Otto Iskandar Dinata, dll yang tersebar di setiap
petigaan atau perempatan jalan di kabupaten karawang.
Setiap daerah memiliki Rancangan
Peraturan Daerah (Ranperda) tentang pemberian nama jalan dan fasilitas umum
yang diregulasi oleh DPRD dengan memperhatikan nilai-nilai sejarah, adat
istiadat, dan kearifan lokal. Guna nilai sejarah daerah tersebut tidak hilang
dan menjadi keseragaman dalam penyebutan nama jalan disuatu daerah.
Sejarah penculikan Ir. Soekarno oleh
golongan muda untuk segera mungkin memerdekaan Indonesia sangat kuat karena
jepang dianggap telah menyerah dan pejuang telah siap untuk melawan jepang.
Golongan muda wikana, dan golongan tua Achmad Soebarjo melakukan perundingan
dan meyakinkan para pemuda untuk tidak terburu-buru memproklamasikan
kemerdekaan, maka di utuslah yusuf Kunto untuk mengantarkan Achmad Soebarjo ke
Rengasdengklok. Kedua golongan ini membawa peran penting sejarah kemerdekaan di
Indonesia.
Namun siapa sebenarnya Achmad Soebarjo
ini? Yang menjemput Ir Soekarno ke Jakarta. Banyak masyarakat kabupaten
karawang pasti asing bagaikan cukup dikenang dibuku sejarah saja padahal Mr.
Raden Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo adalah pemuda kelahiran asal teluk jambe,
Karawang, jawa barat. Ia lahir pada tanggal 23 Maret 1896, ayahnya bernama
Teuku Yusuf masih keturunan bangsawan Aceh dari Pidie. Ayahnya Achmad Soebardjo
seorang pegawai pemerintahan dengan jabatan Mantri Polisi di wilayah Teluk
Jambe, Karawang.
Semasa masih menjadi mahasiswa
diceritakan bahwa Achmad Soebardjo aktif dalam memperjuangkan Kemerdekaan
Indonesia melalui beberapa organisasi seperti Jong Java dan Persatuan Mahasiswa
Indonesia di Belanda. Pada bulan februari 1927, ia pun menjadi wakil Indonesia
bersama dengan Mohammad Hatta dan para ahli gerakan-gerakan Indonesia pada
persidangan antar bangsa yakni “Liga Menentang Imperialisme dan Penindasan
Penjajahan” yang pertama di Brussels dan kemudian di Jerman. Sewaktu kembalinya
ia ke Indonesia, ia aktif menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan kemudian
Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Kiprahnya dimancanegara dan
semangat kemerdekaan Indonesia yang dijunjungnya mengantarkan Achmad Soebardjo
menjadi Menteri Luar Negeri pertama RI pada tanggal 19 Agustus dan menjadi hari
berdirinya Kementerian Luar Negeri RI.
Bertepatan dengan tagnggal 14 September
2017 merupakan hari jadi kabupaten karawang ke 384 tahun sudah sewajarnya
memberikan kado jasa pahlawan kepada pemuda kelahiran Asal telukjambe ini
sebuah jalan yang akan dikenang dengan nama Jl. Prof Achmad Soebardjo.
Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang
sudah sewajarnya memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Mr. Achmad
Soebardjo untuk selalu dikenang mengingat ia merupakan pemuda kelahiran asal
Karawang, bukankah kita bangga dengan hal yang demikian dan sudah sewajarnya
pula daerah di kabupaten karawang memberikan nama jalan Mr. Achmad Soebardjo
karena jasanya, lewat Raperda DPRD Kabupaten karawang tentang pemberian nama
jalan dan Fasilitas Umum.

Comments
Post a Comment